Ubi Jalar Merah, Makanan "Ndeso" Kaya Manfaat

Sabtu, 06/02/2010

ANDA tentu tahu Ubi Jalar. Ya, tanah Indonesia subur dan sangat kaya akan berbagai jenis ubi. Selain mudah mendapatkannya, ubi jalar juga bisa langsung diolah menjadi beragam makanan ringan yang enak dan lezat.

Ubi rebus misalnya, adalah hasil olahan dari ubi yang enak dimakan. Sayangnya, makanan dari ubi bukanlah jenis makanan favorit dan biasanya hanya dikenal sebagai makanan rakyat di perdesaan.

Yang menyedihkan, ternyata banyak orang perkotaan memandang remeh ubi jalar. Padahal ubi yang satu ini mengandung beragam gizi yang sangat baik bagi tubuh.

Ubi jalar yang termasuk umbi-umbian murah ini jarang masuk dalam menu keluarga kita, padahal di dapur Barat, ubi jalar merupakan primadona.

Pada perayaan hari besar, seperti Natal dan Thanksgiving Day, penduduk AS lazim membuat sajian eksklusif dari ubi jalar seperti cake, kue kering, pure pelengkap steak atau salad, es krim, puding, muffin, souffle, pancake, kroket, sup krim, maupun sebagai taburan hidangan panggang.

Kita mengenal ada beberapa jenis ubi jalar. Yang paling umum adalah ubi jalar putih. Selain itu ada juga yang ungu maupun merah. Sekalipun disebut ubi jalar merah, sebenarnya warna daging buahnya adalah tidak merah, tapi kekuningan hingga jingga alias orange.
Gizi Baik Namun, banyak orang percaya ubi jalar merah memiliki kandungan gizi yang lebih baik daripada yang lainnya. Mengapa pilih yang merah ? Dibanding ubi jalar putih, tekstur ubi jalar merah memang lebih berair dan kurang masir (sandy), tapi lebih lembut. Rasanya tidak semanis yang putih, padahal kadar gulanya tidak berbeda. Makin pekat warna jingganya. makin tinggi kadar betakarotennya, yang merupakan bahan pembentuk vitamin A dalam tubuh.

Bagi kesehatan, sekarang jangan pernah lagi menyia-nyiakan ubi jalar merah, karena khasiatnya lebih dahsyat dari sekadar menjaga kesehatan mata.

Sekelompok antioksidan yang tersimpan dalam ubi jalar merah mampu menghalangi laju perusakan sel oleh radikal bebas. Karenanya ubi jalar merah dapat mencegah kemerosotan daya ingat dan kepikunan, penyakit jantung koroner, serta kanker. Plus bonus sehat lainnya termasuk membuat kita tetap awet muda.

Secangkir ubi jalar merah kukus yang telah dilumatkan menyimpan 50.000 SI betakaroten, setara dengan kandungan betakaroten dalam 23 cangkir brokoli, yang menggembirakan perebusan hanya merusak 10% kadar betakaroten, sedangkan penggorengan atau pemanggangan dalam oven hanya 20%.

Namun penjemuran menghilangkan hampir separuh kandungan betakaroten, sekitar 40%. Menyantap seporsi ubi jalar merah kukus / rebus sudah memenuhi anjuran kecukupan vitamin A 2100 - 3600 mkg sehari.

Selain betakaroten, warna jingga pada ubi jalar juga memberi isyarat akan tingginya kandungan senyawa lutein dan zeaxantin, pasangan antioksidan karotenoid. Keduanya termasuk pigmen warna sejenis klorofil merupakan pembentuk vitamin A.

Lutein dan zeaxantin merupakan senyawa aktif yang memiliki peran penting menghalangi proses perusakan sel. Ubi jalar merah juga kaya vitamin E. Dari 2/3 cangkir ubi merah kukus yang dilumatkan diperoleh asupan vitamin E untuk memenuhi kebutuhan sehari.
Cukup Serat Menyantap ubi jalar merah 2-3 kali seminggu membantu kecukupan serat. Apabila dimakan bersama kulitnya menyumbang serat lebih banyak lagi. Khasiat ubi jalar merah sebagai “obat mata” telah terbukti di Kabupaten Jayawijaya.

Awalnya 0.5 % penduduknya menderita bercak bitot (xeroftalmia), bercak putih kapur pada kornea mata. Penyakit kekurangan vitamin A ini dapat menyebabkan kebutaan. Setelah kebiasaan mereka menyantap ubi jalar merah berikut daunnya tak ada lagi penderita.

Manfaat lain ubi jalar merah mengendalikan produksi hormon melatonin yang menghasilkan kelenjar pineal di dalam otak. Melatonin merupakan antioksidan andal yang menjaga kesehatan sel dan sistem saraf otak, sekaligus mereparasinya jika ada kerusakan.

Kurang masukan vitamin A menghambat produksi melatonin dan menurunkan fungsi saraf otak sehingga muncul gangguan tidur dan berkurangnya daya ingat. Keterbatasan produksi melatonin berbuntut menurunkan produksi hormon endokrin, sehingga sistem kekebalan tubuh merosot.

Kondisi ini memudahkan terjadinya infeksi dan mempercepat laju proses penuaan. Ubi jalar merah yang berlimpah vitamin A & E dapat mengoptimumkan produksi hormon melatonin. Dengan rajin makan ubi jalar merah, ketajaman daya ingat dan kesegaran kulit serta organ tetap terjaga.

Yang unik, kombinasi vitamin A (betakaroten) dan vitamin E dalam ubi jalar merah bekerja sama menghalau stroke dan serangan jantung. Betakarotennya mencegah stroke sementara vitamin E ubi jalar merah mecegah terjadinya penyumbatan dalam saluran pembuluh darah, sehingga munculnya serangan jantung dapat dicegah. Manfaat tersebut didukung pula oleh kandungan serat dalam ubi jalar merah.

Sebagian besar serat ubi jalar merah merupakan serat larut, yang bekerja serupa busa spon. Serat menyerap kelebihan lemak/ kolesterol darah, sehingga kadar lemak/ kolesterol dalam darah tetap aman terkendali. Serat alami oligosakarida yang tersimpan dalam ubi jalar merah ini sekarang menjadi komoditas bernilai dalam pemerkayaan produk pangan olahan, seperti susu.

Ubi, rasanya memang sederhana, tetapi justru itulah sisi istimewanya. Yang lebih menarik, ubi sangat mudah dikombinasikan dengan bahan makanan lain. Tak terhitung kreativitas menu berbahan ubi yang bermanfaat bagi kesehatan kita. Kini, jangan pernah lagi menganggap remeh ubi jalar merah. Nikmati kapan saja kita suka, sambil memupuk manfaatnya. (Dela, dari berbagai sumber-23) *Suaramerdeka.com 050210

Read Users' Comments (1)komentar

1 Response to "Ubi Jalar Merah, Makanan "Ndeso" Kaya Manfaat"

  1. Anonim Says:
    06 Februari, 2010 13:47

    fdsfsdf

Posting Komentar