Mengkudu, Si Buruk Rupa Kaya Manfaat

Selasa, 20/07/2010

JAKARTA — Siapa yang tidak mengenal buah mengkudu atau sering juga disebut dengan pace? Buah yang buruk rupa dan berbau tak sedap ini ternyata punya banyak manfaat.

Menurut Djoko Maryono, dokter spesialis internis dan kardiologis Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, mereka yang berusia emas sangat cocok mengonsumsi buah mengkudu.

"Banyak manfaat di dalamnya, misal sumber antioksidan," katanya. Antioksidan ini bisa mengunci radikal bebas yang bisa menurunkan daya tahan tubuh.

Buah yang mempunyai nama latin Morinda citrifolia ini juga bisa meningkatkan fungsi kelenjar tiroid dan kelenjar timus. Kedua kelenjar ini mempunyai fungsi melawan infeksi dan menjaga kekebalan tubuh. Menurunnya fungsi kelenjar ini akan membuat tubuh mudah terserang penyakit.

Berdasarkan berbagai penelitian, buah berbau tak sedap ini mengandung mineral yang berfungsi memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Dengan begitu, jantung tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memompa darah. Alhasil, tekanan darah pun bisa normal.

Buah mengkudu juga dipercaya bisa mengendalikan sel kanker dan tumor. Memang, jika kanker atau tumor sudah muncul, maka pengobatan berupa operasi atau kemoterapilah yang dibutuhkan. Namun, mengonsumsi buah mengkudu secara teratur bisa menghambat pertumbuhan sel tumor atau sel kanker lebih besar. (Sanny Cicilia Simbolon) * Kompas.com200710

Read Users' Comments (0)

5 Faktor Penyebab Encok

Kamis, 27/05/2010

Jakarta, Nyeri, sendi kaku, rasa panas, kemerahan dan bengkak pada pangkal ibu jari kaki, tumit, lutut, pergelangan kaki, tangan dan siku adalah ciri-ciri terkena encok. Kenali 5 penyebabnya agar terhindar dari encok.

Encok merupakan penyakit yang disebabkan penumpukan kristal asam urat di dalam jaringan ikat, yaitu ruang antara dua tulang atau di dalam tulang itu sendiri.

Penumpukan kristal ini menyebabkan peradangan artritis yang memicu pembengkakan, kemerahan, rasa panas, nyeri serta kekakuan di sendi.

Asam urat yang menumpuk tersebut merupakan zat yang dihasilkan dari pemecahan purin, zat ini merupakan bagian dari semua jaringan manusia dan ditemukan pada berbagai jenis makanan.

Seharusnya asam urat ini terlarut dalam darah dan melewati ginjal hingga akhirnya dikeluarkan melalui urin. Tapi jika produksi asam urat di tubuh meningkat dan ginjal tidak cukup kuat menghilangkan asam urat, maka kondisi ini memicu terjadinya hyperuricemia (peningkatan kadar asam urat dalam darah).

Seperti dikutip dari Medic8.com, Kamis (27/5/2010) ada faktor penyebab encok yaitu:

  1. Kelebihan berat badan. Hal ini karena terdapat lebih banyak jaringan yang bisa pecah atau berganti sehingga memicu meningkatnya produksi asam urat.
  2. Terlalu banyak minum alkohol, sehingga mengganggu perjalanan asam urat untuk keluar dari tubuh.
  3. Adanya gangguan pada salah satu enzim yang membantu pemecahan senyawa purin yang membuat seseorang kena encok jika makanan makanan yang mengandung purin.
  4. Mengonsumsi obat tertentu seperti salisilat, cyclosporine, levodopa atau obat diuretik.
  5. Genetik kemungkinan memainkan peran, meskipun tidak terlalu besar. Karena diperkirakan sekitar 18 persen orang yang encok memiliki riwayat penyakit ini.

Jika tubuh rentan terkena encok maka yang harus dilakukan:

  1. Minum banyak cairan terutama air putih, karena cairan bisa membantu menghilangkan asam urat berlebih dari dalam tubuh.
  2. Menghindari makanan yang mengandung banyak purin seperti bir, minuman alkohol, teri, ikan sardin, telur ikan, ragi, hati, ginjal, kacang-kacangan (kacang polong, melinjo), ekstrak daging, kaldu, jamur, asparagus, bayam dan kembang kol.
  3. Menjaa berat badan dengan berolahraga secara teratur.
  4. Jangan melakukan diet secara ekstrim, karena hal ini juga bisa meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
  5. Memberitahu dokter semua obat dan vitamin yang dikonsumsi untuk mencegah peningkatan risiko hyperuricemia dari obat-obatan yang diminum.

Encok sering disebut asam urat, tapi penyakit ini berbeda dengan rematik. Karena encok terkait dengan gangguan metabolisme pengeluaran kadar asam urat dalam darah yang tersumbat menjadi kristal. Sedangkan rematik adalah penyakit sendi karena adanya gangguan autoimun yang berlangsung lama. *Detik.com 270510

Read Users' Comments (0)

Mudah Lupa, Inilah Penyebabnya

Selasa, 18/05/2010

JAKARTA— Pernahkah Anda lupa? Misalnya lupa membawa dompet atau lupa tempat menyimpan telepon seluler, lupa mengunci pintu rumah atau lupa mematikan kompor? Jika Ada pernah mengalaminya, jangan cemas dulu. Penyakit lupa merupakan hal wajar.

Untuk Anda ketahui, susunan otak kita terdiri dari dua unsur sel. Yang pertama adalah sel neuron. Sel yang biasa juga disebut sebagai sel saraf ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi.

Sel saraf ini juga mengantar informasi-informasi dari dan ke tubuh kita. Sel saraf inilah yang mengendalikan ingatan, perhatian, persepsi, pertimbangan, bahasa, dan kesadaran kita. Jumlahnya mencapai ratusan juta sel.

Sementara unsur sel yang kedua adalah glia. Sel yang juga dinamai sel schwann ini bertugas membuat selubung lemak untuk melindungi saraf. Sel glia juga bertugas memberi asupan nutrisi ke saraf.

Terkadang informasi-informasi tersimpan dalam saraf yang sama. Akibatnya, informasi itu saling bertumpuk atau informasi yang masuk terdahulu tertutupi oleh informasi baru.

Kenyataan itu yang disebut dengan lupa atau tidak ingat. "Tak peduli saat sehat atau sakit, lupa bisa terjadi kapan saja," terang Rocsky Situmeang, dokter spesialis saraf Siloam Hospital Karawaci, Tangerang.

Rocsky menjelaskan, secara umum, proses lupa bisa terjadi karena beberapa hal. Lupa bisa terjadi karena kegagalan pada proses pengodean suatu informasi.

Misalnya Anda kehilangan dompet karena lupa di mana menaruhnya. Hal ini bisa terjadi karena saat meletakkan dompet itu pikiran Anda sedang tidak terfokus. "Pikiran sedang mengembara ke hal yang lain," terang Mulyadi Tedjapranata, Direktur Medizone Clinic, Jakarta.

Jadi, saat Anda memasuki proses mengingat, saraf Anda tidak bisa memberikan informasi letak dompet itu. Justru yang muncul adalah informasi yang Anda pikirkan saat meletakkan dompet tadi. Pada tahap ini, yang terjadi adalah proses mengingat berlangsung secara benar, tetapi informasi yang masuk salah.

Lupa juga bisa terjadi karena informasi yang masuk ke saraf terlalu banyak. Contohnya saat belajar. Biasanya orang juga melakukan kegiatan lain, seperti ngemil atau mendengarkan musik.

"Konsentrasi akan terganggu karena informasi yang masuk cukup banyak dalam waktu bersamaan," jelas Rocsky.

Ilmu yang sedang Anda pelajari masuk bersamaan dengan teks lagu yang sedang Anda dengarkan. Lalu saat mengingat, informasi yang keluar bisa saja bukan soal pelajaran, tetapi teks lagunya.

Penyebab lupa yang lain adalah kegagalan fungsi otak. Otak tidak bisa menampung atau mengeluarkan informasi karena sel otak mengalami gangguan. Penyakit yang menyerang saraf biasanya mengakibatkan penurunan fungsi mengingat. Penurunan daya ingat ini biasa disebut demensia.

Menurut Mulyadi, penyakit demensia ini cukup berbahaya. Sebab, jika tak diatasi, bukan cuma fungsi mengingatnya yang turun, tetapi juga mental. "Akibatnya, tidak hanya dirinya sendiri yang akan merasakan, tetapi secara sosial ia juga akan terpengaruh," ujarnya. (Adi Wikanto) *Kompas.com 18052010

Read Users' Comments (0)

Stres Pikiran Menambah Tekanan Darah

Kamis, 06/05/2010

Stres pikiran sangat berpengaruh menambah tekanan darah bagi yang berpenyakit hipertensi. Karena itu pengendalian diri sangat diperlukan untuk menghindari stroke. Demikian dikatakan oleh dr Ilham Uddin, Sp JP (spesialis jantung dan pembuluh darah) di depan ibu-ibu anggota Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Semarang dan beberapa organisasi wanita lain, kemarin (Kamis 29/4) siang di Gedung Serba Guna Fakultas Kedokteran Undip, Jl Dr Sutomo.

IIDI memperingati Hari Kartini dengan menyelenggarakan seminar kesehatan tentang Pencegahan Dini Terhadap Penyakit Jantung Koroner (PJK). Acara terasa semarak karena sebagian besar hadirin mengenakan busana nasional. Juga dimeriahkan dengan musik organ tunggal menampilkan paduan suara dan nyanyian tunggal penyanyi "cilik" di era tahun 1970-an Andriani, yang kini sebagai ketua IIDI Semarang.

Untuk mencegah hipertensi, pengendalian makanan dan aktivitas fisik (olah raga) sangat penting. Pola hidup modern, mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi, merokok, stres, super sibuk harus dikendalikan agar terhindar dari PJK. Penyakit kardiovaskuler yang salah satunya adalah PJK merupakan penyebab kematian pertama di negara berkembang menggantikan kematian akibat infeksi.

Diperkirakan tahun 2020, PJK menjadi pembunuh pertama tersering, yakni 36% di seluruh dunia dari seluruh kematian. "Angka ini 2 kali lebih tinggi dari angka kematian akibat kanker. Di Indonesia menjadi penyebab utama dan pertama dari seluruh kematian, sebesar 26,4%. Angka ini 4 kali lebi tinggi dari kematian akibat kanker". Demikian dr Iham Uddin dari SMF/ Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular RSUO Dr Kariadi - FK Undip.

Endapan Lemak

Penyakit jantung koroner ditandai dengan mulainya endapan lemak yang berkumpul di dalam sel yang melapisi dinding (endotel) suatu arteri koroner dan berakibat menggangu aliran darah. Kondisi itu menjadikan pasokan darah ke otot jantung berkurang, menyebabkan kerusakan jantung disertai resa nyeri dada.

Selain hipertensi, PJK juga disebabkan karena penyakit diebetes melitus (DM/gula), obesitas atau kegemukan dan merokok. Sementara untuk utuk menurunkan kadar kolesterol adalah dengan melakukan pola hidup sehat. Di antaranya dengan berolahraga secara teratur, menjaga berat badan ideal, mengurangi jumlah alkohol, karbohidrat dan lemak jenuh dalam makanan. Banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran roti gandum, sereal dan buncis.

"Jangan menggoreng makanan. Masaklah dengan microwave, direbus, dipanggang atau dibakar," kata dr Ilham Uddin. *Suaramerdeka.com 29042010

Read Users' Comments (0)

10 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Selasa, 27/04/2010

TAHUKAH Anda bahwa kardiovaskuler (penyakit jantung) bertanggung jawab terhadap hampir dua kali lebih banyak kematian pada wanita dibadingkan semua jenis penyakit kanker? Bagi Anda yang berusia 20-50 tahun dan memiliki risiko terkena penyakit jantung, berikut ini 10 cara mengurangi risiko mengalami serangan jantung atau stroke:

Tips 1: Meminimalkan risiko

Penyakit jantung dan stroke bisa dicegah jika Anda tahu risiko dan bagaimana cara menurunkannya. Bicarakan dengan dokter tentang kesehatan jantung Anda dan faktor-faktor apa saja yang meningkatkan peluang munculnya penyakit jantung. Untuk mengurangi risiko penyakit ini, Anda bisa melakukan diet, olahraga rutin dan menerapkan pola hidup sehat. Sedang aspek umur, jenis kelamin dan keturunan tidak dapat menghindarkan Anda dari risiko penyakit jantung, namun dengan menyadari pentingnya kesehatan adalah cara terbaik untuk meminimalkan risiko penyakit ini.

Tips 2: Menjaga berat badan tetap ideal

Menurut American Heart Association, wanita dengan kelebihan lemak di tubuh, khususnya di sekitar pinggang, memiliki risiko mengalami sakit jantung. Selain itu, kelebihan berat badan akan meningkatkan risiko Anda mengalami banyak masalah kesehatan, termasuk penyakit tekanan darah tinggi, kolesterol darah tinggi, trigliserida tinggi, dan diabetes. Konsultasilah dengan ahli gizi dan kesehatan yang telah berlisensi profesional, rencanakan diet untuk membantu menurunkan berat badan Anda.

Tips 3: Menggerakkan tubuh

Selain diet sehat, lakukan juga aktivitas fisik secara teratur. Gerakan tubuh seperti halnya olahraga teratur selain membantu membakar kalori juga membantu mempertahankan berat badan Anda tetap ideal. Pun bermanfaat untuk pergerakan organ-organ penting tubuh Anda seperti otot, tulang, otak dan jantung. Luangkan waktu setidaknya 30 menit setiap hari untuk berolahraga, berjalan-jalan, naik sepeda atau melakukan hobi berkebun.

Tips 4: Mengurangi stres

Stres yang kronis dapat merusak kesehatan Anda. Munculnya stres mendorong Anda untuk makan berlebihan, tidur tidak teratur, minum minuman beralkohol dan merokok. Jika ingin sehat, maka Anda harus mendisiplinkan diri untuk dapat menerapkan pola hidup sehat dengan makan makanan dengan gizi seimbang, olahraga untuk meredakan stres dan dapatkan dukungan emosional dari keluarga, kerabat dan teman-teman dekat Anda. Segala aspek kehidupan Anda yang berubah lebih baik ini akan mengurangi kecenderungan Anda mengalami stres.

Tips 5: Berhenti merokok

Merokok adalah penyebab kematian terbesar di seluruh dunia yang tiak bisa dicegah. merokok meningkatkan risiko penyakit dan kematian akibat serangan jantung, stroke dan lainnya. Menurut American Heart Association, jika Anda berhenti merokok, maka risiko penyakit jantung dan stroke akan berkurang, pun risiko penyakit jantung bawaan secara bertahap akan berhenti dalam waktu satu hingga dua tahun. Segeralah mengeraskan hati dan mendisiplinkan diri untuk segera berhenti merokok, demi kesehatan Anda.

Tips 6: Menurunkan kolesterol

Banyak orang tidak sadar memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Inilah salah satu penyebab serangan jantung dan stroke. Segeralah melakukan uji darah untuk menentukan tingkat kolesterol Anda. Jika kadar kolesterol Anda sangat tinggi, segera konsultasikan dengan dokter untuk merencanakan diet rendah lemak jenuh dan kolesterol serta program pelatihan yang membantu Anda menjaga berat badan dan tubuh Anda tetap sehat.

Tips 7: Rutin memonitor tekanan darah

Tekanan darah tinggi (hipertensi) membuat jantung Anda bekerja lebih keras dari biasanya. Hal ini tentu saja menimbulkan risiko jantung dan pembuluh darah Anda terkena cedera. Hipertensi ini meningkatkan risiko terkena serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kerusakan mata, gagal jantung serta aterosklerosis (timbunan lemak dalam arteri).

Risiko inipun berbahaya selama kehamilan terutama pada trimester terakhir, karena membuat Anda dan bayi Anda dalam bahaya. Lakukan olah raga teratur, kelola stres Anda secara baik dan konsultasikan dengan dokter tentang segala usaha yang akan membantu menurunkan tekanan darah Anda dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Tips 8: Lakukan pemeriksaan rutin

Adalah penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan rutin secara teratur agar dapat segera diketahui dan mencegah penyakit yang muncul terlanjur parah. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, dibandingkan orang dewasa tanpa diabetes, orang dewasa dengan diabetes lebih berisiko terkena penyakit jantung. Pun angka kematian juga akan meningkat jika Anda memiliki kolesterol tinggi dan hipertensi.

Tips 9: Pertimbangkan alat KB alternatif

Pil KB dapat menaikkan tekanan darah, dan menempatkan Anda pada risiko terkena penyakit jantung. Risko meminum pil KB ini bahkan lebih tinggu daripada memiliki kolesterol tinggi, kelebihan berat badan (overweight) atau diabetes. Para ahli kesehatan pun merekomendasikan agar Anda tidak mengambil kontrasepsi oral jika Anda memilki sejarah penyakit arteri korner atau kelainan pembekuan darah. Bicarakan alternatif ber-KB yang aman dengan dokter kandungan Anda untuk mencegah risiko penyakit jantung.

Tips 10: Dapatkan pemeriksaan medis yang teratur

Kunci untuk mencegah penyakit jantung Anda terlanjur parah adalah dengan berkonsultasi rutin ke dokter Anda. Penting adanya untuk tahu faktor-faktor untuk mencegah risiko hipertensi, kolesterol tinggu, diabetes serta kelainan jantung yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke. Pastikan untuk segera mengagendakan pemeriksaan kesehatan rutin tahunan Anda, dan dapatkan berbagai penjelasan terkait kesehatan Anda. *Suaramerdeka 26042010

Read Users' Comments (0)

Daun Sukun Pelindung Jantung

Kamis, 15/04/2010
JAKARTA — Sukun, yang dalam bahasa Inggris disebut bread fruit, buahnya lebih banyak dikenal sebagai penganan yang digoreng atau dijadikan tepung sukun yang bisa dioleh menjadi mi atau roti. Padahal, tanaman sukun (Artocarpus altilis) sangat potensial untuk dikembangkan menjadi obat pencegah penyakit jantung.

Secara tradisional, daun sukun telah dipakai untuk mengobati penyakit hati, inflamasi, jantung, dan ginjal. Sementara itu, di Taiwan, akar dan batang tanaman sukun dimanfaatkan untuk menyembuhkan sirosis (kanker hati).

Upaya penelitian dan pengembangan sukun sebagai obat telah dilakukan oleh Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Sebelumnya, sukun lebih banyak diteliti untuk penyakit diabetes. Baru pada tahun 2004 sukun mulai dilirik untuk penyakit kardiovaskular.

"Sukun memiliki flavonoid yang khas," kata Dr Tjandrawati Mozef, peneliti dari LIPI yang giat meneliti sukun untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Tjandra menjelaskan, uji khasiat terhadap ekstrak daun sukun menunjukkan efek penurunan kadar kolesterol darah dan akumulasi lemak pada dinding pembuluh darah aorta pada mencit di laboratorium. Studi in vitro juga menyimpulkan, ekstrak daun sukun efektif melindungi jantung dari serangan iskemik akut.

Uji toksisitas menunjukkan tidak ditemukannya efek samping toksik pada hewan uji, tidak memengaruhi fungsi jantung, ginjal dan hati, maupun profil hematologi.

"Kita tinggal melakukan uji klinis untuk pengembangan obat baru. Bila ini berhasil, diharapkan akan dihasilkan obat pencegah penyakit kardiovaskular yang lebih murah dan terjangkau masyarakat," kata Tjandrawati ketika menyampaikan penelitiannya dalam acara seminar yang diadakan Badan Litbang Kementerian Kesehatan di Jakarta. *Kompas.com 15042010

Read Users' Comments (0)

Tertawa itu Sehat

Sabtu, 10/04/2010

TERTAWA ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tertawa terbahak-bahak selama satu menit setara dengan 45 menit olahraga yang mengeluarkan keringat.

Bahkan, efek tertawa selama 20 detik sama halnya dengan tiga menit joging, yang baik untuk kesehatan jantung.

Getaran yang dihasilkan ketika kita tertawa membuat jantung berdetak lebih kencang. Selain itu, tekanan darah meningkat dan oksigen dalam darah juga naik. Bahkan endorfin yang diproduksi otak akan melahirkan rasa nyaman.

Studi membuktikan tekanan darah menurun 10-20 mm ketika seseorang tertawa selama 10 menit. Endorfin atau hormon anti stres yang dilepas akan mengalahkan hormon stres (cortisol, adrenalin, epinephrine). Tekanan darah sebagai penyebab berbagai penyakit pun dapat berkurang.

Tertawa terbahak-bahak juga memicu produksi sel-sel limfosit sebagai pembunuh stres alami. Dengan kata lain, efek tertawa dapat meningkatkan sistem imun tubuh kita.

Sebuah penelitian yang dilakukan psikiatris Arthur Stone dari State University of New York di Stony Brook Medical School membuktikan hal itu. Selama tiga bulan ia melakukan studi dengan melibatkan 96 pria untuk mengukur tingkat antibodi.

Tak perlu menunggu saat yang tepat untuk tertawa, seperti saat menonton tayangan lucu, bercanda dengan teman atau membaca buku humor. Tertawa tanpa sebab pun sah-sah saja, toh bermanfaat bagi kesehatan Anda. Alternatif lain, tak ada salahnya mencoba bergabung dengan kelompok tertawa yang kini mulai menjamur. *Suaramerdeka.com 060410

Tapi hati-hati tertawa berlebihan, tidak baik (penyunting)

Read Users' Comments (0)